Bayangkanlah
Kudup yang sepi
Sendiri di lautan lalang
Bayangkanlah sengsara
Digalas tatkala
Kelopaknya sedang mekar
Datang musim
Bersemarak harum
Sampai waktu
Peragakan hias
Hari bahagia hanyalah angan
Yang tak kesampaian
Mengundang tangis keluhan
Begitulah diriku
Dapat kau umpamakan kekasih
Yang menangis tak terhenti di dalam
Begitulah diriku
Tiada gerangan siapa
Tempat nak ku mengadu nasibku
Bayu berlagu
Berkumandang rintihan
Mungkinkah
Engkau ku nantikan
Mungkinkah kau
Pembawa sinaran
Wednesday, 3 June 2015
Subscribe to:
Comments (Atom)
Popular Posts
-
Pukul 4 petang. Suasana agak tenang, tak banyak kenderaan yang lalu di kawasan Masjid Kampung Kenanga. Selesai solat Zohor tadi, aku baca Al...
-
ASSALAMUALAIKUM W.B.T. Apa khabar para pembaca sekalian. hehe, baru je tadi Azad update, tapi sebab banyak masa terluang, so baik diisi de...
-
Sepanjang hidup aku, tak pernah sekali pun terlintas dalam hati nak berkenalan dan jatuh hati pada wanita. Tak pernah terfikir yang aku akan...
-
Sedarlah ketika, Aku menyepi tanpa kata, Diam membisu tidak bersuara, Laman sosial sunyi tanpa berita, Sedarlah dikau, bahwaku sudah ti...
-
ASSALAMUALAIKUM Alhamdulillah hari ni secara rasminya azad terbuka dan tergerak hati ni nak buat blog sendiri. Mula-mula azad tak minat sa...
-
sumber asal: pinoy rap radio Long Distance Relationship aren’t always ideal. In fact, they’re really tough. You spend countless of h...
-
Bayangkanlah Kudup yang sepi Sendiri di lautan lalang Bayangkanlah sengsara Digalas tatkala Kelopaknya sedang mekar Datang musim Bersemarak...
-
Lihat ke dalam mataku, Betapa pedihnya yang ku rasa, Dunia menekan jiwaku, Hingga ku harus melupakanmu. Bukan ku sengaja meninggalkan, ...
-
Ku berdiri setelah terjatuh ke bumi, Tersedar terhempas hati, Ku berlari setelah ku lelah berjalan, Tak daya menanggung beban. Ini d...